(Hari 1) - Ngebolang Bareng Bocah : 3H2M Di Kuala Lumpur, Kemana Aja?

3H2M di Kuala Lumpur, kemana aja?

Hari 1 :


Mendarat di KLIA2 pk.12.15, kami langsung menuju konter tiket SkyBus untuk membeli tiket menuju KL Sentral. Konter tiketnya berada di Transportation Hub, Level 1. 



Di KLIA2 cari konter Skybus yang kayak gini ya :D

Harga tiketnya RM 12 dewasa dan RM 6 anak-anak. Sayangnya waktu berangkat ke KL Sentral ini saya tidak tahu kalau harga tiket anak beda dengan yang dewasa (di konter Sky Bus KLIA2 saya tidak memperhatikan informasi mengenai harga tiket anak). Saat membeli tiket Sky Bus lagi untuk menuju KLIA2, di konter tiket iseng saya nanya berapa harga tiket untuk anak 9 tahun dan dijawab petugas bahwa harganya RM 6. Wah berarti waktu berangkat itu saya kelebihan bayar RM 6 dong. Heeuuuu.........lumayan tuh RM 6 bisa buat beli karipap selusin. Hahaha.
(Karipap, kue basah khas Malaysia, semacam pastel berisi sayuran dengan bumbu kari. Enak lho. Harganya RM 1 dapat 2 buah).
Sky Bus ini meskipun di tiketnya tertera nomor kursi, tapi ternyata di atas bus kita bebas milih mau duduk dimana. Bus akan berangkat segera setelah kursi terisi penuh.

Tiket SkyBus, harga RM 12 sekali jalan. Meskipun ada nomor bus, di dalam bus bebas mau duduk dimana.

Bagian dalam bus.

Sampai di KL Sentral kami langsung menuju Easy Hotel, tempat kami menginap selama 2 malam di KL. Beres proses check in (yang ternyata tidak memerlukan deposit uang cash), kami langsung menuju Visalatchi's, resto India yang jadi inceran si Ayah. Menurut Googlemaps jaraknya sekitar 750 meter dari Easy Hotel. Bener-bener ngandelin Googlemaps nih untuk sampai ke tempat ini, dan yeaaayyy........untungnya ketemu! Salah satu alasan kenapa kami suka traveling mandiri tanpa agen tour, ya kayak gini ini, bisa bebas mau jalan kemana aja gak ada batasan waktu termasuk waktu yang habis buat nyari-nyari jalan pas nyasar. Hehehe.
(Cerita lengkap tentang Visalatchi's saya tulis terpisah di cerita khusus tentang petualangan kuliner kami di KL. Ceritanya bisa dibaca di sini ya).

Tujuan selanjutnya pada hari itu adalah ke Central Market, ceritanya kami mau nyari suvenir untuk oleh-oleh. Suvenir yang dijual di Central Market standar aja semacam kaos, gantungan kunci, magnet kulkas, dll. Di beberapa toko saya lihat ada yang menjual kain-kain batik. Di beberapa toko lainnya ada dijual jilbab-jilbab murmer yang kalau dirupiahkan sekitar 30 ribuan. Tapi saya nggak niat beli itu sih, takut bagasinya over dan emang nggak ada budget juga buat belanja belinji. Maklum turis kereeee......wkwkwkwkwk....


Bagian depan Central Market. Warna biru mudanya itu khas banget, jadi pembeda dengan bangunan-bangunan lain di sekitarnya.

Suka banget liat motif lantai jadul di Central Market ini.
Penampakan toko-toko di bagian dalam Central Market.

Banyak kain batik dijual di Central Market. Sekilas saya perhatikan motifnya mirip batik Pekalongan yang warnanya cerah dengan aneka motif bunga.

Di Central Market kami mampir ke foodcourt-nya di lantai 2. Berhubung masih kenyang, tapi haus, kami pun memesan minuman saja. Saya pesan air tebu tanpa es karena sudah dingin minumannya, dan si Ayah pesan es soya cincau. Si Bocah cuma mau nonton aja. Hihi. Saya tertarik banget pingin pesan ais kacang, tapi nggak berani karena takut sakit tenggorokan. Tenggorakan saya suka sensitif dengan es. Mana ais kacang ini pakainya es serut, jadi mau nggak mau kan esnya harus banyak. Jadi daripada kenapa-kenapa mending skip aja deh ais kacangnya.

Area foodcourt di lantai 2 Central Market.

Es tebu dan es soya cincau.....segeeeerrrrr!

Cara ke Market Central dari KL Sentral, kami naik LRT Kelana Jaya turun di stasiun (orang Malaysia menyebutnya 'stesen') Pasar Seni. Si Bocah seneng banget kemana-mana naik LRT. Maklum, di Jogja nggak ada, jadi serasa piknik dia kalau naik LRT. Hahaha. Berbeda dengan MRT di Singapura yang menggunakan kartu, LRT di Kuala Lumpur pembayarannya menggunakan koin token yang bisa dibeli di vending machine. Di Kuala Lumpur juga sebenarnya ada kartu untuk naik transportasi publik, tapi penggunaannya tidak terlalu dikenal. Saya perhatikan warga setempat juga kebanyakan memakai koin token dibanding kartu. Akhirnya kami memutuskan menggunakan koin token saja selama naik transportasi publik di Kuala Lumpur, supaya si Bocah juga nambah wawasan dan pengalamannya, karena waktu di Singapura kami sudah mencoba yang model kartu.
Koin token untuk naik LRT

Membeli koin token di vending machine tidaklah sulit, bahkan untuk orang yang pertama kali ke Kuala Lumpur seperti saya. Bukannya saya menggampangkan ya, tapi asalkan kita membaca dan mengikuti baik-baik petunjuk yang tertera di mesin, penggunaannya cukup mudah kok. Hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan transaksi pembelian koin token, perhatikan tulisan di bagian atas vending machine yang berisi keterangan apakah mesin tersebut menerima pembayaran uang koin dan kertas, atau hanya uang kertas saja. Pecahan uang kertas yang diterima si mesin biasanya paling besar pecahan RM 10. Tapi ada beberapa mesin yang hanya menerima RM 5 dan RM 1. Jika tidak punya uang pecahan yang dimaksud, bisa menukar uang di loket informasi. Saat masuk ke dalam stasiun, koin token di tap di pintu masuk. Nanti di stasiun tujuan, koin token dimasukkan ke dalam lubang seperti celengan di pintu keluar.

Deretan vending machine dimana kita bisa membeli koin token. Letaknya biasanya di dekat pintu masuk stasiun. Di jam-jam tertentu bisa terjadi antrian cukup panjang di depan mesin ini.

Mesinnya menggunakan layar sentuh. Di layar ini tertera nama-nama stasiun yang  bisa dipilih. 

Tempat memasukkan uang kertas di sebelah kanan bawah. 
Untuk uang koin ada di bagian atas, lubangnya seperti lubang celengan.

Tempat mengambil koin token dan uang kembalian. Jika membeli lebih dari 1 koin token, keluarnya satu persatu (tidak beberapa koin sekaligus). Saat 1 koin diambil, kemudian turun koin berikutnya. Saya nggak nyoba gimana kalau koin tidak diambil apakah koin berikutnya akan keluar atau tidak. Hehe.

Saat di gerbang masuk, koin token di tap di mesin lalu pintunya akan terbuka.

Saat keluar dari stasiun, koin token dimasukkan ke dalam lubang celengan untuk membuka pintu gerbangnya.

Dari Central Market kami melanjutkan perjalanan ke Petronas Tower. Masih naik LRT Kelana Jaya, dari stasiun Pasar Seni lalu turun di stasiun KLCC. Stasiun KLCC ini terhubung dengan Mall Suria KLCC, dan Petronas Tower berada di atas mall ini. Keren lah, semua dirancang terintegrasi begitu rupa sehingga memudahkan bagi kunjungan turis ke tempat wisata tersebut, bahkan untuk turis yang baru pertama kali ke situ seperti kami. Btw, ada kejadian norak, di dalam mall kami sempat celingukan nyariin si menara kembar. Nengok ke arah luar mall, mana ya kok gak keliatan ada bangunan tinggi di deket situ. Pas nengok kanan, keliatan ada tulisan 'Menara 2 Petronas' dan kami pun baru ngeh kalau si mall ini ternyata berada di bawah Petronas Tower. Hahaha.

Dicari-cari nggak ketemu, ternyata kami berada di bawah menara Petronas :D

Beberapa saat setelah kami masuk ke dalam mall, hujan mulai turun. Kami jadi tidak sempat mengeksplor taman indah di depan mall ini. Sambil menunggu hujan reda, kami ngopi dulu di Signature Foodcourt di lantai 2 mall. Tujuan kami ke sini memang hanya ingin berfoto dengan si menara kembar saja. 
Spot favorit pengunjung Signature Foodcourt adalah di dekat dinding kaca ini. Pemandangan keluar langsung terlihat taman hijau lengkap dengan air mancurnya. Tak heran kalau jadi favorit ya.


Tarif masuk ke menara kembar Petronas. 
Air mancur menari yang terlihat indah di malam hari.

Petronas Twin Towers

Yang ini difotonya dari arah air mancur menari.

Hari mulai gelap saat hujan mereda. Sayang kami jadi tidak sempat mengabadikan si menara kembar saat langit masih terang. Saat kami keluar, di depan mall terlihat air mancur warna-warni menari, terlihat indah saat malam hari. Di luar ramai sekali, banyak orang berfoto dan memfoto si menara kembar, dan ada juga yang sekedar menikmati tarian air mancur warna-warni. Acara jeprat-jepret kami pun tidak bisa berlangsung lama karena hujan kembali turun. Berlari-lari kecil kami kembali ke dalam mall dan langsung menuju stasiun LRT, beli koin token tujuan KL Sentral, lalu istirahat di hotel. Siap untuk acara ngebolang hari kedua besok ;)


-arry-

Ikuti lanjutan petualangan kami di Kuala Lumpur di link berikut :

Kuliner Halal Di Kuala Lumpur 
Review Easy Hotel, Kuala Lumpur 
* Ngebolang Hari Kedua
Ngebolang Hari Ketiga

You Might Also Like

0 komentar