(Hari 2) - Ngebolang Bareng Bocah : 3H2M di Kuala Lumpur, Kemana Aja?

(Untuk cerita ngebolang di Kuala Lumpur hari ke-1 silakan baca di sini dan cerita di hari ke-3 bisa dibaca di sini ya)

Kemana Aja ?

Hari 2 :

Hari ini kami berpisah tujuan, berhubung si Ayah ada training di Shah Alam, sementara saya dan si Bocah mau ke Batu Caves lalu lanjut ke Petrosains. Saat menunggu kereta KTM Komuter  yang akan membawa kami ke Batu Caves, saya memperhatikan jadwal kedatangan kereta yang akan kami naiki masih lebih dari 30 menit lagi. Iseng saya cek jadwal di webnya KTM Berhad dan menemukan bahwa jadwal weekend dan weekdays ternyata berbeda. Untuk weekend sabtu-minggu jadwal kereta lebih jarang, yaitu per-45 menit, sementara saat weekdays keberangkatan kereta per-15 s/d 30 menit. 



Koin token KTM Komuter berwarna merah dan kuning, beda dengan koin LRT yang berwarna biru tua

Suasana di dalam KTM Komuter. Keretanya bersih.

Kami naik kereta yang jam 8.59. Perjalanan sekitar 30 menit sudah sampai di Batu Caves. Berdasarkan informasi dari teman, karena ini adalah area outdoor maka lebih baik dieksplor pagi hari saat cuaca belum panas. Saya pikir ini saran yang bagus, dan memang di tempat ini saat siang cuacanya lumayan panas. Lagipula kami masih akan melanjutkan acara ngebolang di Petrosains kan, jadi mending ke Batu Caves pagi aja. Sengaja pilih ke Petrosains di siang hari karena lokasinya di dalam mall Suria KLCC pastilah adem. Hehe.

Patung Dewa Murugan setinggi 42.7 meter yang menjadi ikon Batu Caves

Patung Hanoman di belakang kami itu juga tinggi, namun hanya sepertiga dari tinggi patung Dewa Murugan

Turun di stasiun Batu Caves, suasana masih sepi mungkin karena terhitung masih pagi. Patung Dewa Murugan yang menjadi ciri khas tempat ini tidak terlihat dari stasiun Batu Caves. Ternyata patung yang tinggi di situ bukan hanya patung Dewa Murugan. Ada juga patung Hanoman berwarna hijau kebiruan yang ukurannya besar, tapi ya masih kalah besar dengan patung Dewa Murugan sih ya. Menuju area Batu Caves ini banyak terdapat penjual perlengkapan ibadah dan juga suvenir. Di Batu Caves ini banyak terdapat kuil tempat ibadah Hindu. Terlihat banyak orang India yang hendak beribadah di tempat ini.

Banyak merpati di depan patung Dewa Murugan

Pas merpatinya terbang tiba-tiba, kaget lah dia :D

Di depan patung Dewa Murugan terlihat banyak burung merpati yang bebas berkeliaran. Si Bocah seneng banget liat burung merpati sebanyak itu. Di belakang patung Dewa Murugan terlihat ratusan anak tangga terbentang menuju Gua Kuil (belakangan saya tahu namanya setelah browsing di Google). Dari hasil browsing saya mendapat informasi bahwa ada 3 gua utama dan beberapa gua kecil di area Batu Caves ini. Konon jumlah anak tangga menuju ke Gua Kuil itu ada 272 buah. Penasaran dengan apa yang ada di atas sana, kami pun mulai menaiki anak tangga tersebut. 


Naik 272 anak tangga? Siapa takut?! Siap-siap aja betis berkonde. Hahaha.

Rupanya di area tangga ini banyak monyetnya. Tenang, monyetnya baik-baik kok, asal kita tidak terlihat membawa makanan. Kantong kresek di tas si Bocah sempat diambil oleh salahsatu monyet di sana, mungkin dikiranya ada makanan di dalam kresek. Padahal itu kresek persediaan cuma buat menyimpan sampah aja kalau kami tidak menemukan tempat sampah. Maaf ya nyet, kamu cuma dapat zonk. Hahaha. Di tangga kami berjumpa dengan seorang bapak yang sedang memberi makan monyet. Si Bocah ditawari bapak tersebut untuk ikutan. Meski agak takut karena tidak hapal dengan perilaku monyet di situ, si Bocah tetap mengulurkan tangannya memberi makan si monyet. 


Memberi makan monyet
Yeaaayyyy.....sampai juga di atas!

Pemandangan ke bawah dari anak tangga paling atas

Di dalam gua di atas ternyata monyetnya juga banyak. Di sana si Bocah kembali diberi makanan untuk diberikan pada para monyet. "Wah Nda, ternyata tangan monyetnya basah nih," teriak si Bocah sambil tertawa-tawa. Kalau diperhatikan, lantai gua memang basah. Sepertinya karena tetesan air dari batu-batu stalaktit di bagian atas gua. 


Di dalam banyak orang India yang hendak beribadah di kuil.
Hati-hati dengan lantai yang basah saat berada di sana.

Sampai di atas ternyata masih ada lagi tangganya
Tangga di dalam gua itu ternyata membawa kita ke tempat ini. Bagian atasnya terbuka dan banyak pepohonan.

Capek menaiki 272 anak tangga, kami pun istirahat dulu di atas. Tidak tersedia area untuk duduk di sana. Untung kami bawa bekal kantong kresek, jadi bisa dipakai untuk alas duduk karena lantainya basah. Di dalam gua ini terlihat ada beberapa kuil dan banyak orang India yang sedang beribadah. Buat yang mau ke Batu Caves jangan lupa bawa minum agak banyak ya. Udara cukup panas dan ratusan anak tangga yang harus dilewati lumayan bikin tenggorokan kering lho.

Entahlah si Bocah lagi bergaya apa ini. Hahaha.
Di tangga turun ketemu lagi sama monyet.

Monyetnya pinter bergaya bak model :D

Hampir 2 jam kami mengeksplor tempat ini, lalu kami pun kembali ke KL Sentral naik KTM Komuter lagi. Lalu lanjut naik LRT Kelana Jaya menuju Petro Sains. Sama seperti kemarin, turunnya di stasiun KLCC. 


Di perjalanan pulang kami naik di gerbong khusus wanita, jadi iklan yang dipasang di dinding dalam kereta juga disesuaikan. Iklan yang ini tentang pembelaanjaan bebas pajak di mall jika menggunakan kartu tertentu. Ternyata wanita di sana sama aja hobi shopping ya :D

Sampai di mall Suria KLCC jam menunjukkan hampir pk.13.00. Perut sudah lapar minta diisi. Kami pun mampir ke Signature Foodcourt di lantai 2. Beres makan siang, kami langsung menuju Petrosains. Weekend begini rupanya ramai sekali pengunjung Petrosains. Antrian masuk terlihat panjang. Rupanya untuk masuk ke dalam kita diajak naik kereta berbentuk telur separo. Mungkin maksudnya telur dinosaurus, karena dalam perjalanan di atas kereta itu kita disuguhi cerita tentang jaman prasejarah dan asal muasal terbentuknya minyak bumi. Keretanya berjalan lambat dan 1 kereta hanya mampu menampung 5 orang. Nggak aneh antrian masuknya jadi panjang begitu. 


Gara-gara kereta ini nih antrin masuknya jadi panjang
Yeaaayyy......ready to explore Petrosains!

Tiket masuk Petrosains adalah RM 18 untuk anak-anak dan RM 30 untuk dewasa. Setelah menunggu sekitar 20 menit kami pun naik ke dalam kereta telur. Saat di kereta itu kita diajak melihat kehidupan dinosaurus jutaan tahun yang lalu. Petrosains ini adalah milik Petronas, perusahaan minyak Malaysia, maka tidak aneh kalau content sains di dalamnya difokuskan terutama mengenai minyak bumi, mulai dari awal terbentuknya hingga produk olahannnya yang ada saat ini. Display-display percobaannya sungguh menarik. Menurut saya malah lebih bagus daripada di Singapore Science Centre. Hanya sayangnya di Petrosains tidak ada tayangan film dalam theatre seperti di Singapore Science Centre. Sediakan waktu 2-3 jam untuk mengeksplor Petro Sains. Kalau anaknya suka banget dengan sains, mungkin bisa lebih lama lagi di dalam. Anak saya butuh waktu 4 jam lebih di Petrosains dan itu pun  masih susah diajak keluar :D


Ceritanya lagi jadi ahli pengamatan luar angkasa

Satu ruangan besar berisi meja-meja dengan aneka percobaan sains di atasnya. Yang ini favorit si Bocah.

Mempelajari cara kerja gear


Olahraga dulu sebelum pulang. Ceritanya lagi jadi kiper :D

Saat hendak keluar, antrian panjang juga terjadi di pintu keluar. Ternyata penyebabnya sama, untuk keluar kita akan naik kereta telur lagi. Jumlah pengunjung di saat weekend yang membludak, tidak sebanding dengan jumlah kereta telur yang tersedia. Kebetulan hari itu terlihat banyak rombongan anak sekolah melakukan fieldtrip di Petrosains. Melihat antrian panjang sekali, akhirnya petugas berinisiatif menawarkan pengunjung yang ingin segera keluar dipandu melalui jalur khusus tapi tanpa menaiki kereta telur. Saya pun memilih alternatif tersebut. Pikir saya, belum tentu 30 menit lagi bisa keluar kalau lihat panjangnya antrian seperti itu.

Sebelum kembali ke hotel, wefie dulu bareng si menara kembar :D

Sampai di luar Petro Sains kami mampir lagi di foodcourt untuk membeli burger pesanan si Ayah. Setelah itu kami pun pergi ke stasiun LRT dan naik LRT Kelana Jaya tujuan KL Sentral. Sampai di hotel, kami bersih-bersih, shalat, istirahat sebentar, lalu bersiap-siap berangkat ke Bukit Bintang. Kami mau wiskul icip-ici Nasi Ayam Hainan Chee Meng di sana. Dari KL Sentral ke Bukit Bintang naik monorail, turun di stasiun Bukit Bintang. Kami kembali mengandalkan Googlemaps untuk mencapai resto ini. Restonya gampang ditemukan ternyata, karena ketaknya persis di pinggir jalan besar. Saya dapat info resto ini dari hasil kepo ke blog-nya seorang travel blogger, dan sebelumnya saya tidak tahu apakah resto chinese ini halal atau tidak. Tapi yang saya tahu travel blogger tersebut muslim. Sampai di depan resto tersebut kekhawatiran saya hilang demi melihat logo halal besar terpampang di bagian depan resto. Ternyata pramusaji wanita di resto ini juga mengenakan jilbab. Alhamdulillah aman nih makan di sini.

Kalau di monorel ada tempat duduk posisinya di tengah, jadi penumpang bisa lihat pemandangan keluar jendela tanpa harus memutar badan.

Iklan Grab yang unik di stasiun monorel Bukit Bintang

Restonya ternyata sudah cukup tua umurnya, sejak 1965!

Selesai makan kami langsung pulang ke hotel. Awalnya si Ayah mau hunting durian Musang King yang katanya ada di sekitar Jalan Alor. Tapi ada insiden kecil, si Bocah mendadak mengeluh sakit perut sehingga kami memutuskan langsung pulang ke hotel. Eh ternyata dia cuma masuk angin aja, belum sampai di hotel juga sakit perutnya sudah hilang. Tapi ya udah nanggung sih kalau mau balik lagi ke Jalan Alor. Bye bye deh Musang King-nya. Mungkin lain kali ya kalau ke KL lagi bisa icip-icip si durian. Hehehe.


-arry-


PETROSAINS, The Discovery Centre
Petronas Twin Towers
Level 4, Suria KLCC
Kuala Lumpur, Malaysia
Operation Hours :
Tuesday-Friday 9.30am-5.30pm
Saturday, Sunday, Public holiday 9.30am-6.30pm
Monday closed (except on public holidays & school holidays)
www.petrosains.com.my



Cerita lainnya tentang acara ngebolang kami di Kuala Lumpur bisa dilihat di link berikut ini :
Review Easy Hotel, Kuala Lumpur
Ngebolang Hari Pertama
Ngebolang Hari Ketiga
Kuliner Halal di Kuala Lumpur

You Might Also Like

0 komentar