Bermain Dan Memberi Makan Rusa Di Penangkaran Rusa Kampung Cai Ranca Upas


Hari masih pagi ketika kami tiba di Kampung Cai Ranca Upas. Sengaja kami berangkat pagi-pagi sekali dari rumah supaya pas sampai di penangkaran ruas masih sepi. Tapi sepertinya orang-orang juga berpikiran sama, karena sesampainya kami di sana ternyata ya nggak sepi-sepi amat juga. Hehe. Oh ya, di perjalanan kali ini kami mencoba jalan tol baru ke Ciwidey yang kala itu belum lama diresmikan, yaitu tol Soroja (Soreang - Pasir Koja). Lumayan menghemat waktu banget kalau lewat jalan tol ini. Biasanya kami memerlukan waktu 2 jam untuk sampai ke Ciwidey, tapi kali ini cukup 1 jam lebih sedikit, kami sudah sampai di Ciwidey.

Hari itu rupanya ada sesi pemotretan prewedding. Kata adik ipar saya di sini memang sering dijadikan lokasi pemotretan prewedding. Kalau pas turun kabut tipis, fotonya jadi bagus banget, begitu katanya. Saya manggut-manggut, memperhatikan mereka dari jauh. Tidak sempat bertanya apakah ada charge khusus untuk acara pemotretan seperti itu. Soalnya kalau pengunjung biasa sih masuk ke situ tidak bayar alias gratis. Oh ya, bayar tiket masuk saja di gerbang depan, Rp.10.000/orang dan parkir kendaraan Rp.5.000 untuk mobil. Makanan rusa berupa wortel segar tersedia dalam plastik-plastik kecil seharga Rp.5.000/kantong. Supaya rusa-rusanya tetap sehat, dihimbau untuk memberi makan hanya makanan yang tersedia di sana. Jangan memberi makan rusa selain makanan tersebut. Kasihan kan kalau rusanya sakit bahkan sampai mati gara-gara salah makan.


Untuk masuk ke penangkaran rusa ini kita akan melewati semacam jembatan kayu yang tinggi menuju dek/panggung kayu tempat memberi makan rusa. Jika berminat turun ke tanah untuk memberi makan rusa, saran saya sewalah sepatu boot dari petugas di pintu masuk di bagian depan. Harga sewa boot Rp.20.000/pasang. Apalagi kalau ke sana pas musim hujan, tanahnya becek berlumpur, jadi sepatu boot ini sungguh sangat berguna. Aktifitas memberi makan dan mengelus badan rusa ini sangat disukai anak-anak. Si Bocah senang bisa turun ke tanah dan mengelus badan rusa. Tapi kemudian dia mengeluh, rupanya ia kurang suka memberi makan rusa di bawah. Karena rusa-rusa itu terus mengikuti dia ketika tangannya memegang wortel :D

Jembatan kayu dilihat dari samping

Jembatan kayu menuju dek/panggung tempat memberi makan rusa

Entah mungkin karena masih pagi sekali dan rusa-rusa tersebut belum diberi makan, saya perhatikan mereka agak agresif saat mengendus bau makanan. Saat tahu kalau saya membawa sebungkus wortel, seekor rusa jantan cukup besar menanduk kaki saya. Bekas tandukannya meninggalkan luka lebam keunguan. Keponakan saya sempat jatuh ketika seekor rusa menarik lengan jaketnya saat ia mencoba memberi makan. Untungnya kami berdua tidak mendapat luka serius. Namun lain ceritanya kalau hal seperti ini dialami oleh anak yang lebih kecil. Maka saran saya, kalau mau memberi makan rusa lakukan di atas dek kayu saja, jangan membawa makanan ke bawah. Turunlah jika ingin mengelus-elus badan rusa, namun jangan sambil membawa makanan.

Lebih baik memberi makan rusa dari atas dek kayu saja
Bermain-main dan mengelus rusa bisa dilakukan di bawah. Agar lebih aman, sebaiknya tidak membawa makanan.

Jika hendak turun ke tanah, memakai sepatu boot adalah pilihan terbaik.

Secara umum tempat ini menyenangkan untuk anak-anak. Si Bocah dan sepupunya merasa senang bermain-main bersama para rusa dan memberi makan rusa-rusa yang meskipun hidup liar namun cukup jinak ketika didekati manusia. Aktifitas memberi makan rusa ini memberi pengalaman tersendiri buat anak-anak. Agak sulit juga mengajak anak-anak untuk beranjak dari tempat ini, karena aktifitas ini cukup seru buat mereka. Ketika kami keluar area penangkaran, hujan turun rintik-rintik. Untungnya hujan hanya turun sebentar saja. Rencananya anak-anak mau sekalian berenang di sini karena di area Kampung Cai Ranca Upas ini ada kolam renang air hangat. Setelah membeli tiket seharga Rp.15.000/orang, kami pun masuk ke area kolam. Kolam air hangat ini buka jam 07.00-17.00 WIB.

Siap-siap sepatu kotor berlumpur jika tidak memakai boot :D

Kolam renang di sini terdiri dari dua buah kolam yang berbeda ukuran dan kedalamannya. Kolam yang kecil diperuntukkan untuk anak-anak kecil, jadi airnya tidak terlalu dalam.  Di kolam kecil ini ada mainan perosotan kecil di bagian tengah, sedangkan di kolam besar perosotannya lebih besar dan lebih tinggi. Di kolam besar juga ada water bucket yang akan menumpahkan air setelah isinya penuh. Tapi anak-anak kurang tertarik dengan water bucket ini karena airnya dingin :D Di kolam besar  ini kedalaman airnya bervariasi. Ada bagian yang airnya dangkal jadi masih bisa dipakai main oleh anak-anak kecil. Si Bocah dan sepupunya malah senang bermain di bagian kolam yang dangkal ini karena airnya lebih hangat :D

Kolam kecil

Kolam besar yang lebih dalam

Area dangkal di kolam besar

Dari kejauhan saya melihat ada tenda-tenda berdiri di area yang agak luas. Rupanya semalam banyak yang kemping di tempat itu. Kata adik ipar saya memang Kampung Cai Ranca Upas itu terkenal sebagai tempat kemping. Di waktu-waktu tertentu seperti saat tahun baru di tempat ini bisa penuh dengan orang-orang yang kemping. Saya perhatikan area kempingnya berdekatan dengan masjid. Mungkin supaya dekat dengan toilet dan kamar mandi ya. Untuk kemping di sini perlu meminta izin dulu pada petugas setempat dan ada tarif khusus.

Camping ground

Menurut saya Kampung Cai Ranca Upas ini cocok untuk dijadikan alternatif tujuan wisata keluarga. Alternatif kegiatannya menarik untuk anak-anak, sementara untuk para orangtua cukup menyenangkan bisa menikmati pemandangan kehijauan di sekitar area ini sambil menghirup udara segar bebas polusi.


- arry -



Kampung Cai Ranca Upas
Jl. Raya Ciwidey - Patengan Km.11, Patengan,
Rancabali, Bandung.



You Might Also Like

6 komentar

  1. tempat yang luas dan enak buat jalan2 dna adem karena banyak pepohonan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, banyak pohon2 di sana, udaranya segeeerrr banget. Selain adem karena pohon, di sana juga adem udaranya mbak, karena lokasinya di dataran tinggi.

      Hapus
  2. Ih maun juga ajak suami dan anak kesini ah, tfs mba🤗

    BalasHapus
  3. Baca postingan ini jadi pengen ke cidewey lagi.. Terakhir ke sana pas hamil.. Harus pas weekday kayanya yaa.. Weekend jalan di ciwidey macet terus 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Atau berangkatnya pagi2 sekali mbak, jadi jalanan relatif masih sepi ;)

      Hapus