Menerapkan Gaya Hidup Sehat Bersama Sembutopia

(Foto : Riana Dewi)

Pada hari Sabtu 14 April 2018, Sembutopia, sebuah platform digital bertema kesehatan, mengundang para blogger dan penggiat media sosial di Jogja dalam rangka memperingati World Health Day 2018. Dalam acara yang diselenggarakan di hotel Grand Aston Yogyakarta ini, Kafi Kurnia selaku founder Sembutopia menjelaskan bahwa Sembutopia ingin mengkampanyekan gaya hidup sehat pada masyarakat Indonesia melalui media internet. Untuk itu Sembutopia melibatkan para blogger dan penggiat media sosial untuk membantu menyebarkan tulisan dan konten positif tentang gaya hidup sehat di dunia maya.


Sembutopia yang diluncurkan pada November 2017 ini berlatar keprihatinan akan rendahnya motivasi sehat pada sebagian besar masyarakat Indonesia.

"Orang kita itu kalau ditanya ingin punya badan sehat nggak, jawabannya ingin. Tapi diajak hidup sehat, kebanyakan pada nggak mau."

Menurut founder Sembutopia ini, orang Indonesia memiliki motivasi yang rendah untuk hidup sehat, tapi kalau sudah mentok jatuh sakit, baru berupaya mati-matian untuk sembuh. Mari Sembuhkan Indonesia, demikian ajakan Sembutopia yang ingin disebarluaskan melalui tulisan blog dan konten di media sosial. Sebuah ajakan untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan keseharian agar kita senantiasa dalam kondisi sehat, sembuh, dan jauh dari penyakit.

Kafi Kurnia, founder Sembutopia.

Lebih lanjut Kafi Kurnia dalam acara ini memaparkan tentang fakta-fakta kesehatan masyarakat Indonesia yang merupakan rangkuman dari berbagai sumber dan data statistik :
  1. Pola makan orang Indonesia banyak sekali mengkonsumsi karbohidrat. Misalnya saat sarapan,  orang Indonesia terbiasa mengkonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi seperti lontong, mie, bubur, dll. Padahal idealnya menu sarapan kita 40%-nya diisi oleh buah-buahan.
  2. Konsumsi buah dan sayur orang Indonesia sangat rendah, yaitu 34,55 kg perkapita pertahun (konsumsi buah) dan 40,35 kg perkapita pertahun (konsumsi sayuran). Jumlah ini sangat jauh di bawah rekomendasi FAO sebesar 73 kg perkapita pertahun. Kondisi ini sungguh ironis, mengingat Indonesia adalah negara agraris yang tanahnya subur untuk ditanami aneka pohon buah dan sayuran.
  3. Orang Indonesia itu malas berjalan kaki. Dalam sehari rata-rata orang Indonesia hanya berjalan kaki sebanyak 3.513 langkah, angka yang jauh di bawah penduduk kota lain di dunia seperti Hongkong misalnya, yang penduduknya rata-rata berjalan 6.880 langkah perhari. 
  4. Dilihat dari sisi strata sosial, masalah kesehatan di masyarakat Indonesia terlihat begitu timpang. Di masyarakat ekonomi bawah masih banyak didapati masalah gizi buruk, sementara di kalangan masyarakat menengah ke atas banyak ditemukan kasus obesitas.
Berkaitan dengan poin nomor 1 di atas, Kafi Kurnia menambahkan penjelasan bahwa nasi putih sebagai sumber karbohidrat yang amat disukai orang Indonesia, memiliki angka Glycemic Index (GI) yang tinggi. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes. Berdasarkan data dari International Diabetes Federation, diperkirakan jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai 10,3 juta orang pada tahun 2017 dan diperkirakan meningkat mencapai angka 16,7 juta di tahun 2045. Mengkonsumsi karbohidrat dengan kadar GI rendah adalah salah satu upaya untuk terhindar dari penyakit diabetes. Kentang bisa dijadikan alternatif yang lebih sehat untuk pengganti nasi putih. Mengapa? Karena kentang memiliki kadar GI lebih rendah.

Chef Jojo dari Grand Aston Yogyakarta
(Foto : Riana Dewi)

Dalam acara dialog bersama Sembutopia ini kami disuguhi aneka makanan ringan dari olahan tepung kentang. Ada Blinis with Asian Fish, Krecek Cigar, Sate Buntel, dan Bitterballen, yang merupakan kreasi Chef Jojo dari Grand Aston Yogyakarta. Selain itu juga ada roti dari R&B Grill. Semua makanan ini dibuat dengan campuran tepung kentang. Soal rasa, di lidah saya bahkan terasa lebih enak dari makanan serupa yang diolah sepenuhnya dari tepung terigu tanpa campuran tepung kentang. Misalnya roti dari R&B Grill dibuat dari campuran 70% tepung terigu dan 30% tepung kentang, menghasilkan tekstur yang agak kenyal namun ketika dikunyah tetap terasa empuk. Kalau dari kreasi Chef Jojo, saya paling suka bitterballen-nya. Padahal biasanya saya tidak terlalu suka bitterballen karena tekstur kentangnya yang lembek meninggalkan rasa yang aneh di lidah saya. Tapi bitterballen buatan Chef Jojo ini beda. Karena menggunakan campuran tepung kentang, teksturnya jadi terasa lebih lembut.


Sate Buntel

Bitterballen

Sate Buntel, Krecek Cigar, Blinis with Asian Fish, kreasi Chef Jojo dari Grand Aston Yogyakarta,
dan roti dari R&B Grill.


UPAYA MENERAPKAN GAYA HIDUP SEHAT

Beberapa tahun lalu saya memiliki masalah kelebihan berat badan yang sampai menimbulkan efek tidak nyaman di tubuh saya. Kala itu, saat bangun tidur di pagi hari telapak kaki saya sering terasa sakit seperti ditusuk-tusuk. Belum lagi napas pendek ngos-ngosan yang sering saya rasakan saat naik tangga padahal cuma naik satu lantai saja. Rasanya sungguh tidak nyaman. Akhirnya saya menyadari bahwa itu semua disebabkan karena berat badan saya yang berlebih. Dari beberapa informasi yang saya baca, untuk menurunkan berat badan secara sehat yang diperlukan adalah pengaturan kalori yang masuk ke tubuh lewat makanan dan pembakaran kalori lewat olahraga. Ya, saya ingin penurunan berat badan yang sehat, tidak asal kurus tapi berpotensi memunculkan masalah kesehatan lainnya. Tak jarang saya dengar orang yang melakukan diet ketat demi bisa kurus secara instan, ternyata berujung kumat penyakit maag, bahkan ada yang sampai harus opname di RS.

Asupan Makanan. Pengaturan asupan kalori saya lakukan dengan cara memilih dan memilah makanan yang saya konsumsi. Nasi putih saya batasi konsumsinya, sekitar 5-6 sendok makan setiap kali makan. Sesekali saya mengganti nasi putih dengan nasi merah atau kentang rebus. Selain itu saya juga selalu mengupayakan untuk mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari agar kecukupan serat terpenuhi dan membuat BAB lancar. Tak lupa minum air putih minimal 2 liter perhari. 

Olahraga. Sekitar tiga tahun yang lalu, di awal-awal saya melakukan diet untuk menurunkan berat badan, saya keranjingan olahraga bersepeda. Hampir setiap akhir pekan agenda saya adalah bersepeda bersama suami atau teman-teman. Berbagai event sepeda saya ikuti waktu itu. Yang paling berkesan adalah Audax Yogyakarta 2015, ketika saya menaklukkan 100 km pertama saya dengan mengayuh sepeda. Jangan kira saya langsung jago bersepeda 100 km ya, karena awal bersepeda dulu saya hanya mampu mengayuh kurang dari 10 km :D

Mengabadikan moment sesaat setelah finish menamatkan 100 km pertama saya di atas sepeda.

Kombinasi antara pengaturan asupan kalori dan olahraga bersepeda mampu membuat berat badan saya turun 9 kg dalam waktu setahun lebih. Tidak instan juga ya, dan badan saya rasanya enak. Naik turun tangga tidak lagi ngos-ngosan dan telapak kaki saya sudah tidak sakit lagi saat bangun tidur. Belakangan saya mulai agak bosan bersepeda ditambah lagi seringnya saya mendengar pesepeda yang kecelakaan tertabrak motor di jalan raya, saya jadi mengerem kegiatan bersepeda. Sekarang olahraga yang saya lakukan adalah yoga dan jogging ringan 2-3 kali seminggu. Meski harus diakui kalau bersepeda adalah olahraga kardio yang sangat efektif membakar kalori, maka ketika saya sudah jarang bersepeda otomatis berat badan saya juga sempat mengalami kenaikan. Namun karena saya tetap melakukan olahraga, tidak berhenti sama sekali, jadi kenaikan berat badan tidak melonjak tinggi. Sekarang sesekali saya masih bersepeda tapi jarak dekat saja.

Bersama teman-teman di komunitas Jogja Women Cyclist.

Yoga bersama teman-teman juga menyenangkan lho.


GAYA HIDUP SEHAT DAN TRAVELING

Jalan-jalan dan icip-icip kuliner adalah dua dari beberapa hobi saya. Saat melakukan kedua hobi tersebut rasanya sulit ya untuk tetap menjalankan gaya hidup sehat. Awalnya iya sih ribet, tapi setelah beberapa kali melakukannya, akhirnya jadi terbiasa juga. Berikut beberapa tips yang saya lakukan  supaya tetap bisa menerapkan gaya hidup sehat selama traveling :
  1. Tetap atur porsi karbohidrat yang dikonsumsi. Saat makan pesan satu porsi nasi untuk dimakan berdua, atau pesan setengah porsi saja untuk dikonsumsi sendiri.
  2. Tetap jaga kecukupan cairan tubuh, jangan malas minum selama traveling.
  3. Kalau menginap di hotel yang menyediakan menu sarapan buffet lengkap, manfaatkan sebaik-baiknya waktu sarapan untuk makan buah dan sayur untuk menjaga asupan serat. Jika tidak ada buah dan sayuran di tempat kita menginap, cari buah potong di supermarket setempat. Buah potong praktis dikonsumsi karena kita tidak perlu mengupas dan memotong lagi.
  4. Kalau selama traveling sulit mendapatkan sayur, makan buah saja menurut saya sudah cukup. Bagi saya saat traveling termasuk dalam "kondisi darurat" jadi tidak perlu semua serba ideal :D
  5. Selama traveling biasanya kami banyak berjalan kaki, jadi untuk olah tubuh harusnya tidak ada masalah kan. Paling saya melakukan gerakan peregangan saja saat bangun tidur di pagi hari untuk melemaskan otot. 
  6. Yang perlu diperhatikan saat traveling justru adalah jam istirahat. Saya berupaya menyusun itinerary perjalanan dengan tetap memperhatikan kecukupan waktu istirahat. Jangan sampai kita memforsis tubuh ketika traveling dan malah jatuh sakit saat pulang traveling.
Berburu buah potong di salahsatu supermarket saat kami traveling ke Kuala Lumpur.

Upaya saya menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari mungkin masih sangat jauh dari ideal. Namun saya merasa perlu untuk terus mengupayakannya karena saya ingin memiliki tubuh yang senantiasa sehat dan jauh dari penyakit. Sembutopia yang hadir di tiga media sosial yaitu Twitter (@sembutopia), Instagram (@sembutopia), dan Facebook Page (Sembutopia) senantiasa menampilkan informasi seputar kesehatan yang bisa diakses setiap saat. Dengan mengakses layanan Sembutopia di akun-akun media sosial tersebut, kita serasa punya partner yang mengingatkan untuk selalu menjalankan gaya hidup sehat. Jadi, tidak alasan lagi ya untuk menunda hidup sehat. Yuk segera kita mulai! Dan jangan lupa untuk terus konsisten menjalankannya.


- arry -

You Might Also Like

2 komentar

  1. Saya juga pengen sekali bersepeda, namun tak punya sepeda, mau beli lah besok kalo sudah niat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga niatnya bisa segera terealisasi ya Mas :)

      Hapus