3 Resto Masakan Tradisional Ala Kampung Di Jogja Utara

Selamat makan...!
Lokasi foto : Cengkir Heritage Resto & Coffee

Sebenarnya di Jogja ada banyak resto yang menyediakan menu masakan tradisional. Berhubung saya tinggalnya di Jogja bagian utara, jadi harap maklum kalau tulisan ini hanya tentang resto menu tradisional yang lokasinya di Jogja utara. Sesuai dengan daerah jajahan lah ya. Hehe.


Tempat makan bernuansa tradisional mulai menjamur di Jogja setahun belakangan ini. Dipelopori oleh resto Kopi Klotok di daerah Pakem, Jalan Kaliurang, resto sejenis mulai bermunculan di sekitaran Jalan Kaliurang. Sekedar info, Jalan Kaliurang ini terbentang dari area Universitas Gajah Mada sampai Tlogo Putri di kaki gunung Merapi. Panjangnya sekitar 25 km. Maka untuk memudahkan, penyebutan alamat/lokasi di Jl.Kaliurang itu disertai angka kilometernya, misalnya daerah Pogung itu letaknya di Jakal (Jalan Kaliurang) km 5, daerah Jl.Damai itu di Jakal km 8, daerah Gentan itu di Jakal km 10, dst.

Balik lagi ke cerita resto, Kopi Klotok di awal booming-nya tidak terlepas dari bantuan medsos. Foto tempat ngopi di pinggir sawah dengan latar gunung Merapi cukup membuat banyak netizen ngiler dan ingin datang ke tempat tersebut. Dalam waktu singkat tempat tersebut jadi sangat ramai dan amat sulit mendapat tempat duduk jika kami datang ke sana. Saya sangat suka ke Kopi Klotok karena kopinya enak, ditemani pisang goreng atau jadah (ketan) goreng jadinya sempurna :) Sayangnya manajemen operasional Kopi Klotok ini kurang bagus menurut saya. Untuk pesanan pisgor atau jadah goreng waktu itu tidak ada nomor antrian yang jelas, sampai kadang harus ditanya berulang-ulang ke pelayannya baru deh pesanan kita datang. Malas dengan kondisi ini, ditambah susahnya dapat tempat duduk, akhirnya kami pun malas ke sana lagi.

Saya tidak tahu pastinya kapan, tapi beberapa bulan terakhir saya lihat resto-resto sejenis Kopi Klotok mulai bermunculan. Ada tiga resto sejenis yang sudah kami kunjungi, dua di antaranya terletak di Jl.Damai, Jakal km 8, dan yang satunya terletak di dekat Sinduadi Kusuma Park, Jl.Jambon. Ketiga resto ini memiliki konsep hampir serupa dengan Kopi Klotok : menu masakan tradisional dan suasana resto yang terkesan jadul.


Cengkir Heritage Resto & Coffee

Lokasinya di daerah Jl.Damai, Jakal km 8. Dari Jl.Kaliurang belok ke Jl.Damai lalu terus ikuti jalan hingga menemukan plang nama resto ini di kanan jalan. Jalan masuknya kecil tapi bisa dilewati mobil dua arah. Melewati area persawahan penduduk, namun jaraknya tidak jauh dari Jl.Damai.


Bagian depan bangunan utama di resto ini

Resto ini memiliki area yang luas. Parkirannya pun luas sehingga mampu menampung banyak kendaraan. Cocok untuk acara-acara yang melibatkan banyak orang, seperti arisan keluarga besar (arisan trah, kalau menurut istilah orang Jawa), acara reuni sekolah/kampus, dll.

Pendopo luas yang bisa menampung banyak orang. Bagian samping pendopo  adalah bagian dari area perkir.
Bagian dalam bangunan utama. Bangunannya semi terbuka.

Waktu pertama kali ke sini, tujuan utama saya ingin mencicipi kopi dan pisang gorengnya. Jujur aja, emang pengen ngebandingin dengan Kopi Klotok. Hehe. Dan ternyata saya cukup puas dengan rasa kopi tubruk di resto ini. Kopinya digiling kasar, sehingga rasanya tidak terlalu pahit di lidah. Saya pernah mendapat cerita dari seorang barista, katanya semakin halus gilingan kopi maka rasanya akan semakin pahit. Rasa pisgor di sini juga enak, buahnya matang jadi terasa manis. Dan di sini tidak perlu takut kehabisan tempat duduk karena area makannya luas, ini jadi poin plus tersendiri deh buat saya.


Trio kopi yang tersedia di resto ini

Perpaduan yang pas! :D

Kopinya digiling kasar

Saat mencicip makanan beratnya, ternyata cukup enak juga. Aneka masakan rumahan tradisional Jawa tersedia di sini, salahsatunya adalah sayur lompong. Untuk nasinya ada dua pilihan : nasi putih atau nasi merah. Yang unik, nasinya disediakan di dalam dandang yang ditaruh di kompor berbahan bakar kayu. Awas hati-hati asapnya, kadang bikin mata pedih. Tau sendiri kan kalau kompor berbahan bakar kayu begini mengeluarkan banyak asap. Tapi rasa masakan dari kompor seperti ini juga akan berbeda dengan masakan yang dimasak di kompor gas. Bedanya gimana? Ah susah ya neranginnya, mending dicoba sendiri aja deh. Hahaha.

Nasi merah & nasi putih ditaruh dalam dandang model jadul. Kompor yang digunakan untuk memasak di sini menggunakan bahan bakar kayu.

Di resto ini paket nasi+sayur+sambal dipatok seharga Rp.12.000. Tambahan lauknya seperti tempe goreng, bakwan jagung, ayam goreng, telur dadar, dll, harganya variatif mulai Rp.1.500 s/d Rp.15.000. Aneka minuman tradisional yang disajikan di sini juga bervariasi harganya, mulai Rp.3.000 s/d Rp.15.000. Untuk cemilan seperti pisgor, ketan goreng, mendoan, dll, harganya Rp.6.000 s/d Rp.7.500. Resto ini buka dari pukul 07.00 sampai 24.00.

Prasmanan dengan pilihan menu tradisional ala kampung

Paket sayur lompong dengan tambahan aneka lauk

Daftar harga

Di bagian belakang resto disediakan tangga menuju sungai. Waktu kami berkunjung di bulan Mei 2017 lalu, sepertinya belum siap digunakan karena ujung tangga ternyata tidak sampai tepi sungai. Atau mungkin memang sengaja dibuat begitu, karena ditujukan untuk pengunjung melihat-lihat saja dan tidak bisa main air di tepi sungai. Padahal air sungainya cukup bersih, tapi ya susah juga mau ke pinggirannya karena tidak ada akses jalan. Jika membawa anak kecil dan berminat melihat sungai ini, pastikan sebelumnya sudah mengoleskan krim anti nyamuk di kulit ya.


Kampung Jawa

Resto ini juga berlokasi di area Jl.Damai, tepatnya di Jl.Watugede, satu jalan dengan Kepiting Cak Gundul. Kalau dari Jl.Damai plang nama yang terlihat adalah Kepiting Cak Gundul dan resto Signature. Beloklah di jalan tersebut, setelah melewati resto Signature di kiri jalan, akan terlihat resto Kampung Jawa juga di sisi kiri jalan. Area parkirnya meskipun tidak bisa dibilang sempit, namun juga tidak akan muat diisi banyak mobil. Luasan area parkirnya masih jauh lebih luas di Cengkir.

Tampak depan resto Kampung Jawa

Masuk ke dalam resto langsung terlihat aneka makanan disajikan secara prasmanan di atas meja. Menunya tentu saja masakan rumahan tradisional ala di kampung. Ada 3 macam nasi yang bisa dipilih di sini : nasi putih, nasi merah, dan nasi jagung. Paket nasi+sayur di sini harganya Rp.15.000. Aneka lauk pelengkapnya seharga Rp.2.500 s/d Rp.10.000. Pilihan lauknya di sini lebih banyak daripada di Cengkir. Soal rasa, saya lebih suka rasa makanan di sini daripada di Cengkir. Tapi itu kan selera ya, bisa jadi berbeda tiap orang. Kopi dan cemilan juga tersedia di sini, tapi waktu itu saya tidak pesan kopinya karena setelah makan berat perut jadi kenyang banget dan nggak selera untuk icip-icip cemilan plus kopinya :D Jam operasional resto ini adalah pukul 07.00 - 20.00.

Pilih menu yang disukai, ambil secukupnya saja.

Sayur lodehnya mantap

Masuk ke area makan, terlihat furnitur jadul mengisi ruangan. Berjalan lagi ke area belakang, wah ternyata area makannya ada yang di luar ruangan. Pengunjung bisa memilih makan di halaman atau di saung-saung yang berada di pinggir halaman. Meja dan kursi tertata apik di halaman, namun tanpa penutup di bagian atasnya. Sepertinya jika musim hujan area outdoor ini tidak bisa dinikmati.

Pemandangan dari dalam bangunan resto ke arah halaman belakang

Ada saung-saungan segala

Bentuk dan warna saungnya unik

Meja kursi di halaman belakang



Warung nDeso Mbok Tentrem


Lokasi Warung nDeso ini berada di Jl.Jambon, dekat dengan tempat wisata Sinduadi Kusuma Park. Area restonya paling kecil dibanding Cengkir dan Kampung Jawa. Sampai di sana kami langsung masuk ke bangunan paling besar di bagian tengah. Ternyata di dalamnya adalah area makan yang terdiri dari meja kursi jadul. Pernak-pernik interior di dalamnya pun bertema jadul.

Tampak depan Warung nDeso

Meja kursi jadul di dalam bangunan resto

Sepeda onthel yang memperkuat kesan jadul pada furnitur di dalam resto

Saya sempat bingung, dimana ya tempat makanannya, atau memang di sini penyajiannya bukan ala prasmanan. Setelah celingukan beberapa saat, akhirnya saya menemukan bahwa meja makanan ada di bangunan sebelah kiri, dan penyajiannya juga sama ala prasmanan. Area meja makanan ternyata jadi satu dengan dapurnya. Jadi serasa beneran ada di rumah, ngambil makanan dari dapur. Hehe.

Dapur dan meja prasmanan dijadikan satu. Meja prasmanan ada di bagian kanan dalam foto ini.

Aneka sayur yang bisa dipilih

Pilihan lauk pauk yang beraneka ragam

Resto yang buka dari jam 07.30 sampai 24.00 ini juga menerapkan harga paketan nasi+sayur, sama seperti Cengkir dan Kampung Jawa. Harga paket nasi+sayur di sini adalah Rp.10.000 untuk nasi putih dan Rp.12.000 jika kita mengambil nasi merah. Kalau nasinya dicampur? Nah itu saya nggak tau. Hahaha. Untuk lauknya, harganya berkisar antara Rp.1500 sampai Rp.14.000, sedangkan minumannya Rp.4.000 - Rp.8.000.

Menu makanan sederhana yang rasanya tidak sederhana :D

Kopinya enak, pisgornya manis

Daftar harga

Saya sempat mencoba kopinya, sama jenisnya juga kopi hitam. Enak juga, saya suka. Dan saya senang, karena punya banyak alternatif tempat ngopi tradisional yang tidak perlu antri sampai susah dapat tempat duduk :D

Maaf tidak menerima bungkus


-arry-




You Might Also Like

0 komentar